Postingan

Menunggu

Gelap dan sunyinya malam tak pernah ingkar Setiap kali ku terperanjat sebab tirai-tirai kian terbuka lebar Sepi datang dan hinggap menari-nari Hewan-hewan kecil riang bernyanyi Bersahutan tiada henti     Makna-makna yang menyertai perlahan semakin jelas     Begitu deras, menghanyutkan angan ke lembah suci di kejauhan      Gelas Tuan suguhkan dengan anggur keabadian     Ah, aromanya sungguh memabukkan Duduk ku termenung memandang wajah sang bulan Kuungkapkan padanya cinta, namun ia masih saja diam seribu kata Aku masih menunggu, bolehkah paling tidak engkau menatapku?