Menunggu
Gelap dan sunyinya malam tak pernah ingkar
Setiap kali ku terperanjat sebab tirai-tirai kian terbuka lebar
Sepi datang dan hinggap menari-nari
Hewan-hewan kecil riang bernyanyi
Bersahutan tiada henti
Makna-makna yang menyertai perlahan semakin jelas
Begitu deras, menghanyutkan angan ke lembah suci di kejauhan
Gelas Tuan suguhkan dengan anggur keabadian
Ah, aromanya sungguh memabukkan
Duduk ku termenung memandang wajah sang bulan
Kuungkapkan padanya cinta, namun ia masih saja diam seribu kata
Aku masih menunggu, bolehkah paling tidak engkau menatapku?
Komentar
Posting Komentar